Categories
Perikanan

Keuntungan dan Kelemahan menggunakan pakan alami dan buatan dalam akuakultur

Keuntungan dan Kelemahan menggunakan pakan alami dan buatan dalam akuakultur

Keuntungan dan Kelemahan menggunakan pakan alami dan buatan dalam akuakultur


Makanan adalah salah satu komponen terpenting dalam akuakultur. Makanan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari biaya produksi. Makanan dapat diklasifikasikan sebagai makanan alami dan makanan buatan. Makanan alami adalah makanan hidup untuk konsumsi larva atau ikan. Jenis makanan alami yang dimakan ikan sangat bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran ikan. Makanan buatan adalah makanan yang dibuat di pabrik dengan bahan-bahan yang siap pakai.

Penggunaan pakan yang memadai dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dalam akuakultur dan mengurangi emisi atau efek yang dapat menyebabkan lingkungan akuakultur. Untuk menentukan jenis makanan yang tepat, kita juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis makanan yang akan digunakan.


Keunggulan danĀ  Kelemahan Penggunaan Pakan Alami


Keuntungan

Makanan alami dapat berasal dari fitoplankton, zooplankton, invertebrata mikroskopis atau mikroorganisme lainnya. Makanan hidup mengandung banyak serat, sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan ikan.
Makanan hidup juga dapat membantu pasangan ikan dan merangsang perkawinan.

Makanan alami juga sering mudah dicerna. Misalnya, jenis kelompok diatom alga yang biasa digunakan dalam usaha budidaya udang. Karena kelompok diatom memiliki dinding sel tipis, diatom mudah dicerna oleh larva udang.

Beberapa ganggang juga mudah tumbuh dan hanya membutuhkan biaya produksi kecil. Sebagai contoh, fitoplankton tipe chaetoceros sp, chlorella sp atau nanochloropsis oculata dan zooplankton rotifers atau daphnia. Karena itu, makanan alami dapat diproduksi sendiri.

Penggunaan makanan alami memungkinkan lebih sedikit makanan, karena makanan alami dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan budaya. Selain itu, makanan alami tidak menyebabkan penurunan kualitas air dan lingkungan yang tumbuh.

Kelemahan

Beberapa jenis makanan alami, terutama kegiatan perkecambahan, membutuhkan lebih banyak manipulasi dalam hal perawatan atau pemeliharaan. Sementara jenis makanan alami fitoplankton membutuhkan pembuahan, makanan alami zooplankton umumnya membutuhkan makanan dari kelompok fitoplankton untuk tumbuh.

Penggunaan makanan alami membutuhkan waktu lebih lama, karena membutuhkan energi dan waktu untuk menghasilkan makanan alami dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan menumbuhkannya. Selain itu, karena ia adalah makhluk hidup, makanan alami terkadang dapat mengalami kematian, sehingga mengganggu kegiatan budidaya.

Keunggulan dan Kelemahaan Penggunaan Pakan Buatan

Keuntungan

Tidak seperti makanan alami, makanan buatan tidak membutuhkan perawatan. Makanan buatan yang diproduksi di pabrik dapat dibeli sesuai kebutuhan. Karena tidak memerlukan pemeliharaan atau pertumbuhan, budidaya akan lebih ringan, waktu lebih sedikit dan menghemat tenaga kerja.

Pakan buatan buatan pabrik ini juga memiliki berbagai ukuran dan kandungan nutrisi, sehingga ukuran dan kandungan nutrisi pakan dapat disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan.

Kelemahan

Makanan artifisial membutuhkan lebih banyak biaya untuk membeli, walaupun mereka dapat diproduksi sendiri, tentu saja, mereka juga memerlukan biaya bahan dan biaya produksi. Karena tidak tersedia secara luas di alam, makanan buatan terkadang membutuhkan adaptasi untuk makan ikan.

Pasokan makanan artifisial membutuhkan manajemen nutrisi yang baik agar tidak berlebihan untuk membuat makan menjadi lebih efisien. Sisa makanan buatan yang tidak dimakan ikan dapat mengurangi kualitas air pemeliharaan. Kelebihan residu pakan buatan juga memiliki efek negatif pada lingkungan akuakultur, yang juga akan mengurangi produksi.

Hasil

Setiap jenis makanan, baik yang alami maupun buatan, memiliki kelebihan dan kekurangan. Penggunaan jenis pakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan fasilitas produksi Anda. Kombinasi keduanya dimungkinkan untuk mencapai tingkat produksi optimal.

Sumber : https://anekabudidaya.com/