Categories
Pendidikan

Kewirausahaan

Kewirausahaan

Kewirausahaan

Nilai Kewirausahaan

Menurut Suryana (2001: 15), kewirausahaan memiliki beberapa nilai internal yang penting:

  • Percaya diri, ide-ide kepercayaan, inisiatif, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, memengaruhi semangat kerja keras dan antusiasme untuk bekerja.
  • Seseorang yang berorientasi pada tugas dan hasil, selalu memprioritaskan tugas dan hasil, selalu menjadi alasan untuk sukses, berorientasi pada keuntungan, tekad dan tekad, kerja keras, kekuatan yang kuat, nilai-nilai energik dan inisiatif.
  • Nilai untuk mengambil risiko, tergantung pada daya tarik masing-masing alternatif, persediaan yang hilang dan probabilitas relatif keberhasilan atau kegagalan. Kemampuan untuk mengambil risiko ditentukan oleh kepercayaan diri, kemauan untuk menggunakan keterampilan, dan kemampuan untuk menilai risiko.
  • Kepemimpinan bisnis memiliki model kepemimpinan perintis, terlihat berbeda, lebih berbeda, dan lebih khas, dan dapat berpikir secara berbeda dan konvergen.
  • Orisinalitas: kreativitas dan inovasi. Kreativitas adalah kemampuan untuk berpikir dengan cara baru dan berbeda, sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk bertindak dengan cara baru dan berbeda.


Perilaku Wirausaha

1. Menurut Kathleen L. Hawkins dan Peter A. Turla (Suryana, 2001: 25-26), pola perilaku bisnis tercermin dalam perilaku dan kemampuan berikut:

  • Dari aspek ini, kepribadian dapat dilihat dari segi kreativitas, disiplin diri, keberanian untuk menghadapi risiko, dorongan yang kuat dan kekuatan kemauan.
  • Fungsi hubungan, komunikasi dan hubungan interpersonal dapat dilihat dari indikator kepemimpinan dan manajemen.
  • Pemasaran, periklanan dan promosi, termasuk kemampuan untuk menetapkan produk dan harga.
  • Keuangan adalah sikap uang indikatif dan cara mengelolanya.


2. Pengembangan kepribadian wirausaha sama dengan pengembangan perilaku wirausaha, yaitu, ia mengenali dirinya sendiri dan hambatan yang ia temui sebagai langkah pertama. David McClelland (Suryana, 2001: 26) mengemukakan enam karakteristik perilaku bisnis:

  • Keterampilan pengambilan keputusan dan pengambilan risiko moderat dan tidak hanya santai
  • Jadilah energik, terutama dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif.
  • Tanggung jawab individu
  • Ketahui hasil dari berbagai keputusan, dengan kriteria uang sebagai indikator keberhasilan.
  • Mampu memprediksi berbagai kemungkinan di masa depan.
  • Memiliki keterampilan organisasi, yaitu keterampilan kewirausahaan, kepemimpinan dan keterampilan manajemen.

 

Alasan Menjadi Wirausaha

Menurut Wirasasmita (1994), kewirausahaan memiliki beberapa penyebab:

  • Alasan keuangan, yaitu mencari nafkah, menjadi kaya, mencari penghasilan tambahan, memastikan stabilitas keuangan.
  • Alasan sosial adalah mendapatkan prestise / status, diakui dan dihormati, dan menjadi panutan untuk bertemu orang-orang.
  • Alasan untuk layanan ini, yaitu, untuk memberikan pekerjaan kepada masyarakat, untuk membantu anak yatim, orang tua yang bahagia untuk masa depan keluarga.
  • Alasan untuk kesadaran diri, menjadi superior / mandiri, mencapai sesuatu yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, menjadi lebih produktif, dan menggunakan keterampilan pribadi.

 

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Jenis – Jenis Novel

Jenis – Jenis Novel

Jenis - Jenis Novel

Genre Novel Berdasarkan Konten dan Kualitas Cerita

Genre novel dapat dibedakan berdasarkan konten dan kualitas cerita. Suharianto (1982: 67) membagi spesies baru sesuai dengan konten, deskripsi, dan analisis tujuannya sebagai berikut:

  • Novel yang dicintai adalah novel yang menghadirkan karakteristik dan kelemahan masyarakat. Karena itu, novel ini sering disebut novel. Novel psikologis adalah novel yang merepresentasikan sikap, semangat, dan pergumulan seseorang.
  • Novel sejarah adalah novel yang menceritakan tentang momen sejarah kepada seseorang. Novel ini didasarkan pada tradisi dan adat istiadat masyarakat dan mengeksplorasi.
  • Children’s Novels adalah novel yang menggambarkan kehidupan dunia anak-anak dan orang tua dapat membaca untuk dipelajari anak-anak mereka, biasanya beberapa yang hanya dibaca anak-anak.
  • The Detective’s Novel adalah novel yang mengundang pembaca untuk mencuci otak hasil dari berbagai peristiwa di mana cerita disajikan.
  • Struggle Novel adalah novel yang menggambarkan suasana perjuangan dan perang di mana seseorang hidup.
    Novel-novel Propaganda adalah novel-novel yang hanya menguntungkan propaganda bagi komunitas tertentu.
     

Contoh Novel Berdasarkan Deskripsi

Berdasarkan deskripsi berbagai genre novel sebelumnya, dapat dilihat bahwa karya Sakae Tsuboi “Nijushi no Hitomi” termasuk dalam Novel Novel dan Perjuangan. Meskipun novel “Nijushi no Hitomi” berbicara tentang kehidupan anak-anak, itu tidak termasuk dalam novel anak-anak. Novel ini didasarkan pada kisah kehidupan di sebuah desa di desa Mar del Seto, di mana ada jubah dan pinus. Dalam novel itu, seorang guru dan dua belas muridnya dijelaskan. Kisah berlanjut dari April 1928 hingga perang April 1946. Perang yang terjadi pada saat itu menandai kehidupan desa sampai semua mimpi tersapu oleh kenyataan hidup. Guru dan kedua belas siswanya serta orang-orang yang tinggal di desa harus dapat belajar untuk memahami dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

 

Novel Terdiri dari 2 Elemen:

Novel ini terdiri dari dua elemen, internal dan eksternal. Elemen-elemen internal adalah elemen-elemen yang mempengaruhi penciptaan karya sastra dalam sastra, yang terdiri dari tema, alur, tempat atau lingkungan, pribadi / karakter dan perspektif atau pusat narasi. Sementara unsur-unsur eksternal adalah unsur-unsur eksternal sastra yang mempengaruhi penciptaan karya sastra, unsur-unsur ini mencakup latar belakang penulis, kepercayaan, dan perspektif tentang kehidupan penulis. Elemen-elemen ini termasuk kehidupan sosial, yang membentuk dasar dari pekerjaan penulis.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Metode Akuntansi Kas Basis & Akrual Basis

Metode Akuntansi Kas Basis & Akrual Basis

Metode Akuntansi Kas Basis & Akrual Basis
1.Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.

Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini – yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya – mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

 

2. Siklus Akuntansi

Laporan keuangan yang akurat dapat dihasilkan hanya jika hasil kejadian dan aktivitas bisnis dicatat dengan baik. Kejadian-kejadian tertentu, yang dikenal dengan istilah transaksi, melibatkan pemindahan dan pertukaran barang atau jasa antara dua entitas atau lebih. Contoh transaksi bisnis antara lain pembelian barang dagang atau aktiva lain kepada pelanggan. Disamping transaksi, suatu kejadian juga dapat mempengaruhi aktiva, kewajiban, dan modal dari suatu usaha yang juga harus dicatat. Misalnya pengakuan atas penyusutan aktiva tetap, penurunan nilai pasar persediaan dan investasi, kerugian akibat banjir dan lain-lain.

 

3. Konsep (Metode) Pencatatan Akuntansi

  • Cash Basis

Acrual Basis merupakan salah satu konsep yang sangat penting dalam akuntansi, dimana Pencatatan basis kas adalah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi dimana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Dengan kata lain Akuntansi Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.

Cash Basis akan mencatat kegiatan keuangan saat kas atau uang telah diterima misalkan perusahaan menjual produknya akan tetapi uang pembayaran belum diterima maka pencatatan pendapatan penjualan produk tersebut tidak dilakukan, jika kas telah diterima maka transaksi tersebut baru akan dicatat seperti halnya dengan “dasar akrual” hal ini berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan, kedua teknik tersebut akan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan, jika menggunakan dasar akrual maka penjualan produk perusahaan yang dilakukan secara kredit akan menambah piutang dagang sehingga berpengaruh pada besarnya piutang dagang sebaliknya jika yang di pakai cash basis maka piutang dagang akan dilaporkan lebih rendah dari yang sebenarnya terjadi.

  • Accrual Basis

Accrual Basis Basis Akrual (Accrual Basis) Teknik basis akrual memiliki fitur pencatatan dimana transaksi sudah dapat dicatat karena transaksi tersebut memiliki implikasi uang masuk atau keluar di masa depan. Transaksi dicatat pada saat terjadinya walaupun uang belum benar – benar diterima atau dikeluarkan.

Dengan kata lain basis akrual digunakan untuk pengukuran aset, kewajiban dan ekuitas dana. Jadi Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/

Categories
Pendidikan

Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi bergerak melalui suatu aktivitas keuangan yang biasanya selama 1 (satu) tahun, akuntan mencatat segala aktivitas operasi atau transaksi yang terjadi pada usaha tersebut. Kemudian akuntan menyiapkan akun-akun untuk mencatat aktivitas operasi pada siklus berikutnya.

Langkah-langkah dasar dalam siklus akuntansi diperlihatkan sebagai berikut :

  • Transaksi dicatat pada buku jurnal
  • Transaksi diposkan ke buku besar
  • Neraca saldo disiapkan, data penyesuaian dikumpulkan dan neraca lajur diselesaikan.
  • Laporan Keuangan disiapkan
  • Ayat jurnal penyesuaian dibukukan ke jurnal dan diposkan ke buku besar
  • Ayat jurnal penutup dibukukan dan diposkan ke buku besar
  • Neraca saldo setelah penutupan disiapkan.

 

Pencatatan Transaksi

Setiap transaksi dapat dicatat dengan melalui persamaan akuntansi dasar yaitu Aktiva = Utang + Ekuitas dan transaksi perusahaan selama periode tertentu akan menyangkut berbagai pos (elemen) aktiva, utang, modal, pendapatan dan biaya. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas berikut ini adalah contoh transaksi dan pencatatannya ke dalam jurnal.

Proses Posting

Setelah transaksi dicatat dalam buku jurnal, proses selanjutnya adalah posting ke buku besar. Langkah-langkah yang harus dilakukan :

  • Mencatat tanggal transaksi
  • Menuliskan keterangan singkat mengenai transaksi
  • Mencatat jumlah rupiah transaksi sesuai dengan tempatnya, yaitu sebelah debit dan kredit.

Buku besar merupakan kumpulan perkiraan-perkiraan, sedangkan bentuk perkiraan yang biasa digunakan oleh perusahaan terdiri dari 4 jenis, yaitu :

Bentuk T
Bentuk 2 (dua) kolom
Bentuk 3 (tiga) kolom / Bentuk saldo tunggal
Bentuk 4 (empat) kolom / Bentuk saldo rangkap

Menyusun Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo-saldo yang diambil dari masing-masing perkiraan pada buku besar untuk memeriksa kebenaran atau keseimbangan antara jurnal saldo debit dan saldo kredit dari masing-masing perkiraan.

Langkah-langkah menyusun neraca saldo antara lain :
1) Buatlah kolom neraca saldo yang terdiri dari 4 (empat) kolom. Tulis judul neraca saldo tersebut dengan nama perusahaan dan periode penyusunan neraca saldo tersebut
2) Tulislah nama-nama perkiraan sesuai dengan nomor kode perkiraan (bila ada) masing-masing mulai dari Harta, Utang, Modal, Pendapatan sampai pada beban, dan setelah itu pindahkan angka-angka saldonya dari setiap perkiraan buku besar ke kolom debit atau kredit dalam neraca saldo.
3) Jumlah kolom debit dan kredit dari neraca saldo tersebut harus seimbang.

 

Menyusun Neraca Lajur

Neraca lajur (work sheet) adalah kertas kerja (working paper) yang digunakan akuntan untuk mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk penyusunan laporan keuangan pada akhir peiode akuntansi. Fungsi dari penyusunan neraca lajur adalah sebagai:

  • alat bantu dalam penyusunan laporan keuangan
  • alat pengawasan bila terjadi kesalahan yang mungkin terjadi pada jurnal penyesuaian
  • alat untuk memeriksa ketepatan perhitungan yang telah dilakukan

Ada beberapa bentuk Neraca Lajur, namun yang sering digunakan adalah bentuk 10 kolom yaitu sebagai berikut :
Cara penyusunan Neraca Lajur :
1.Buatlah neraca lajur dengan bentuk 10 kolom (seperti contoh diatas), lalu dituliskan judul laporan yang terdiri dari :

  • Nama Perusahaan
  • Kata “Neraca Lajur”
  • Periode penyusunan

2.Memindahkan perkiraan-perkiraan buku besar sesuai dengan nomor perkiraan berikut saldonya pada kolom “Neraca Saldo” dan perhatikan keseimbangan antara sisi Debit dan Kredit.

3. Buatlah ayat jurnal penyesuaian dan pindahkan ke dalam kolom penyesuaian atau AJP pada sisi Debit dan sisi Kredit.

4. Setelah kolom penyesuaian terisi semua, maka kemudian diisi kolom “Neraca Saldo Disesuaikan” dengan cara sebagai berikut :

Perkiraan/akun yang tidak ada penyesuaiannya, maka saldo sisi debit pada neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi debit pada neraca saldo disesuaikan begitu juga dengan saldo sisi kredit neraca saldo langsung dipindahkan ke sisi kredit pada neraca saldo yang disesuaikan.
apabila angka di neraca saldo ada disebelah debit, sedang penyesuaiannya juga ada disebelah debit, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debit. Sebaliknya bila angka di neraca saldo ada disebelah kredit dan penyesuaiannya juga ada di sebelah kredit, maka jumlahkan dan tulis jumlah tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.
apabila angka di neraca saldo ada disebelah debit dan penyesuaiannya ada disebelah kredit dan ternyata angka di neraca saldo sebelah debit tadi lebih besar maka hitung selisihnya dan tulis selisih tersebut di neraca saldo disesuaikan sebelah debit, sedang jika angka penyesuaiannya (kredit) lebih besar maka selisihnya tulis di neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.
apabila angka hanya terdapat dalam penyesuaian saja, maka pindahkan langsung ke kolom neraca saldo disesuaikan, jika di kolom penyesuaian ada di sebelah debit pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah debit dan jika di kolom penyesuaian ada disebelah kredit pindahkan ke neraca saldo disesuaikan sebelah kredit.Setelah semua perkiraan telah dipindahkan ke kolom neraca saldo disesuaikan, maka jumlahkan kolom neraca saldo disesuaikan tersebut baik debit maupun kredit dan periksa keseimbangannya.

 

Isi kolom Rugi/Laba dan kolom Neraca

Perkiraan nominal yaitu semua perkiraan beban dan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba, perkiraan beban pindahkan ke kolom Rugi/Laba setelah debit dan perkiraan pendapatan pindahkan ke kolom Rugi/Laba sebelah kredit.
Perkiraan riil yaitu perkiraan aktiva, hutang, dan modal termasuk prive, pindahkan ke kolom Neraca, yang termasuk kelompok perkiraan aktiva pindahkan ke kolom Neraca sebelah debit sedangkan yang termasuk kelompok Hutang dan Modal pindahkan ke kolom Neraca sebelah kredit, sedang untuk perkiraan prive pindahkan ke kolom Neraca sebelah debit.
Setelah semua perkiraan nominal telah dipindahkan ke kolom Rugi/Laba, maka jumlahkan baik itu debit maupun kredit. Jika jumlah kredit lebih besar dari pada jumlah debit, maka selisihnya merupakan sisa laba dan di tulis pada sisi debit agar jumlahnya menjadi seimbang. Dan jika jumlah debit lebih besar dari pada kredit maka selisihnya merupakan sisa Rugi dan tulis pada sisi kredit agar jumlahnya menjadi seimbang.
Apabila dari kolom Rugi/ Laba terdapat sisa Laba (Kredit>Debit) berarti sisa laba tersebut menambah modal, karena modal itu kalau bertambah ada disebelah kredit, maka sisa laba tersebut dipindahklan ke kolom neraca sebelah kredit. Sebaliknya jika kolom Rugi/Laba terdapat sisa rugi (Debit>Kredit) berarti sisa rugi pindahkan ke kolom neraca sebelah debit.
Dan yang terakhir setelah sisa Laba atau sisa Rugi dipindahkan ke Neraca, maka jumlahkan kolom Neraca tersebut baik debit maupun kredit dan jumlah tersebut haruslah seimbang.

 

Menyusun Laporan Keuangan dari Neraca Lajur

Laporan laba rugi biasanya disiapkan langsung dari neraca lajur. Pada laporan laba rugi, beban umumnya disajikan menurut besarnya, mulai dari yang terbesar ke yang terkecil. Laporan ekuitas pemilik disiapkan dengan mencantumkan saldo awal ekuitas pemilik, menambahkan investasi pada usaha tersebut serta laba bersih selama periode bersangkutan, dan mengurangkan penarikan oleh pemilik. Jumlah yang dicantumkan di neraca lajur sebagai modal tidak selalu merupakan saldo akun pada awal periode akuntansi. Pemilik mungkin sudah menanamkan aktiva tambahan pada bisnisnya dalam periode tersebut. Karena itu, untuk melihat saldo awal dan tambahan investasi, kita perlu mengacu ke perkiraan modal.

Dua kelompok aktiva yang lazim adalah aktiva lancar dan aktiva tetap. Kas dan aktiva lain yang biasanya diharapkan akan dikonversi menjadi kas atau dijual atau terpakai habis dalam periode satu tahun atau kurang disebut aktiva lancar. Properti, bangunan, dan peralatan disebut sebagai aktiva tetap atau aktiva pabrik. Biaya (harga perolehan), akumulasi penyusutan, dan nilai buku dari setiap jenis utama aktiva tetap biasanya dilaporkan pada neraca.

Dua kelompok utama kewajiban adalah kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu singkat (biasanya satu tahun atau kurang) dan yang akan dibayarkan dengan menggunakan aktiva lancar disebut kewajiban lancar. Kewajiban yang tidak akan jatuh dalam waktu lama (biasanya di atas satu tahun) disebut kewajiban jangka panjang.
Hak pemilik atas aktiva disajikan di bawah seksi kewajiban dan ditambahkan dengan total kewajiban. Total kewajiban dan ekuitas pemilik harus sama dengan total aktiva.

 

Membuat ayat jurnal penyesuaian dari neraca lajur.

Data untuk membuat ayat jurnal penyesuaian terdapat pada kolom penyesuaian dari neraca lajur.

Perkiraan-perkiraan yang biasanya perlu disesuaikan pada akhir periode, antara lain :

  • Perlengkapan (supplies), yaitu membandingkan perlengkapan yang terdapat pada neraca saldo dan yang masih tersedia (persediaan) pada akhir periode akuntansi, maka akan diketahui berapa besar pemakaian atau yang telah menjadi beban perlengkapan.
  • Beban di bayar dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan kewajiban dan harus dibebankan untuk periode yang akan datang (pos transitoris aktif).
  • Pendapatan diterima dimuka, yaitu beban-beban yang telah dibayar tetapi sebenarnya belum merupakan hak (pendapatan) periode sekarang yang akan datang (pos transitoris aktif).
  • Piutang penghasilan/Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang telah menjadi hak tetapi belum diterima (pos antisipasi aktif).
  • Hutang beban, yaitu beban-beban yang sebenarnya telah menjadi hak tetapi belum dibayar (pos antisipasi pasif).
  • Kerugian piutang, yaitu taksiran kerugian piutang karena adanya piutang yang tak tertagih.
  • Penyusutan Aktiva Tetap, yaitu penyusutan dari aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.

 

Membuat ayat jurnal penutup dari neraca lajur.

Empat ayat jurnal yang diperlukan untuk menutup akun-akun sementara adalah :

  • Mendebit setiap akun pendapatan atas jumlah yang terdapat dalam saldonya, dan mengkredit ikhtisar Laba Rugi atas seluruh pendapatan tersebut.
  • Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas total beban dan mengkredit masing-masing akun beban atas jumlah yang terdapat pada saldonya.
  • Mendebit ikhtisar Laba Rugi atas jumlah yang terdapat pada saldonya (laba bersih), dan mengkredit akun modal atas jumlah yang sama. (Debit dan Kredit akan dibalik bila terdapat kerugian bersih).
  • Mendebit akun modal atas saldo akun penarikan dan mengkredit akun penarikan atas jumlah yang sama.

Setelah ayat jurnal penutup diposkan ke buku besar, saldo akun modal akan sama dengan seluruh jumlah yang dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik dan neraca. Selain itu, akun pendapatan, beban, dan penarikan akan mempunyai saldo nol.

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menyiapkan neraca saldo setelah penutupan untuk memastikan bahwa buku besar mempunyai saldo yang berimbang pada awal periode berikutnya.

 

Sumber : https://materi.co.id/

Categories
Pendidikan

Cash Basis

Cash Basis

Cash Basis

Konsep Pilar Cash Basis

  1. Pengakuan Pendapatan :Pengakuan pendapatan, saat pengakuan pendapatan pada cash basis adalah pada saat perusahaan menerima pembayaran secara kas. Dalam konsep cash basis menjadi hal yang kurang penting mengenai kapan munculnya hak untuk menagih. Makanya dalam cash basis kemudian muncul adanya metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
  2. Pengakuan Biaya : Pengakuan biaya, pengakuan biaya dilakukan pada saat sudah dilakukan pembayaran secara kas. Sehingga dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya sudah diakui pada saat itu juga. Untuk usaha-usaha tertentu masih lebih menggunakan cash basis ketimbang accrual basis, contoh : usaha relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).

 

Keunggulan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

  • Metode Cash basis digunakan untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan.
  • Beban/biaya belum diakui sampai adanya pembayaran secara kas walaupun beban telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam penghitungan pendapatan.
  • Pendapatan diakui pada saat diterimanya kas,sehingga benar-benar mencerminkan posisi yang sebenanya.
  • Penerimaan kas biasanya diakui sebagai pendapatan.
  • Laporan Keuangan yang disajikan memperlihatkan posisi keuangan yang ada pada saat laporan tersebut.
  • Tidak perlunya suatu perusahaan untuk membuat pencadangan untuk kas yang belum tertagih.

 

Kelemahan Pencatatan Akuntansi Secara Cash Basis

  • Metode Cash basis tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia.
  • Akan dapat menurunkan perhitungan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya uang kas.
  • Adanya penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih.
  • Biasanya dipakai oleh perusahaan yang usahanya relative kecil seperti toko, warung, mall (retail) dan praktek kaum spesialis seperti dokter, pedagang informal, panti pijat (malah ada yang pakai credit card-tapi ingat credit card dikategorikan juga sebagai cash basis).
  • Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban.
  • Sulit dalam melakukan transaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan diakui pada saat kas masuk atau keluar.
  • Sulit bagi manajemen untuk menentukan suatu kebijakan kedepannya karena selalu berpatokan kepada kas.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Masalah Ekonomi Masyarakat

Masalah Ekonomi Masyarakat

Dua masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat adalah pengangguran dan inflasi, cara untuk mengatasi kedua masalah ekonomi tersebut dibutuhkan peran pemerintah untuk membuat kebijakan ekonomi. Karena hal ini menunjukkan bahwa perekonomian tidak selalu mencapai kesempatan kerja penuh. Masalah dari berbagai negara adalah masalah pengangguran dan menunjukkan bahwa mekanisme pasar tidak mampu mengatasi masalah ini.
Sehingga peran pemerintah dalam membuat kebijakan ekonomi sangat diperlukan guna mengatasi masalah perekonomian yaitu pengangguran dan inflasi. Adapun tiga bentuk kebijakan pemerintah adalah kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan kebijakan segi penawaran.

 

Pengangguran dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

a. Pengangguran berdasarkan penyebab :
1. Pengangguran normal atau friksional
Adalah pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja.
2. Pengangguran siklikal
Adalah kemerosotan permintaan agregat dalam perusahan terhadap barang yang diproduksinya sehingga mengkibatkan perusahaan tersebut harus mengurangi karyawan.
3. Pengangguran struktural
Adalah pengangguran yang disebabkan oleh kemerosotan produksi dalam industri yang disebabkan oleh beberapa faktor
4. Pengangguran teknologi
Adalah pengangguran yang disebabkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi.

b. Pengangguran berdasarkan ciri :
1. Pengangguran terbuka
Adalah pengangguran sebagai akibat dari pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari jumlah tenaga kerja.
2. Pengangguran tersembunyi
Adalah kelebihan tenaga kerja sehingga banyak yang menganggur.
3. Pengangguran bermusim
Adalah adanya musim tertentu yang menyebabkan bahan yang akan diproduksi tidak dapat dikelola.
4. Setengah menganggur
Adalah pengangguran underemployment yang hanya bekerja setengah menganggur.

INFLASI

Inflasi adalah kenaikan harga yang disebabkan oleh ketidakstabilan perekonomian dalam suatu negara. Pemerintah berusaha untuk menjaga agar tingkat inflasi berada pada tingkat yang sangat rendah tetapi bukan berarti tingkat inflasi menjadi nol persen. Hal tersebut merupakan masalah inflasi yang terjadi dalam perekonomian dalam suatu negara.

Macam – macam inflasi, sebagai berikut :

1. Inflasi tarikan permintaan
Adalah adanya kenaikan permintaan yang mengakibatkan perusahaan menambah produk untuk menaikkan pendapatan nasional secara riil.
2. Inflasi desakan biaya
Adalah adanya kenaikan permintaan yang mengakibatkan penambahan produksi dan penambahan tenaga kerja sehingga menyebabkan tingkat upah tenaga kerja meningkat dan biaya produksipun ikut meningkat.
3. Inflasi diimpor
Adalah adanya kenaikan harga barang yang diimpor dan menyebabkan terjadinya staginflasi atau inflasi ketika pengangguran adalah lebih tinggi, misal adanya penurunan nilai mata uang.
4. Inflasi merayap dan hiperinflasi
Inflasi merayap adalah proses kenaikan harga yang sangat lambat sedangkan hiperinflasi adalah proses kenaikan harga yang sangat cepat.

Pada masalah perekonomian ini, inflasi mempunyai beberapa efek buruk dalam jalannya suatu keadaan ekonomi dalam suatu negara. Beberapa efek tersebut antara lain :
a. Menyebabkan dampak negativ pada perkembangan ekonomi.
b. Barang-barang impor relativ murah.
c. Banyak investor yang menggunakan uang dengan tujuan spekulasi.
d. Menurunkan pendapatan riil orang-orang berpendapatan tetap.
e. Mengurangi nilai kekayaan dalam bentuk uang.
f. Memperburuk pembagian kekayaan.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter

Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.
Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.

 

Bank Indonesia Memiliki Kewenangan

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.

Efektivitas Kebijakan Moneter

Efektivitas kebijakan moneter ditunjukkan Kurva 8.4. Dengan mensimulasikan pergeserankurva IS dan kurva LM, efektivitas kebijakan moneter akan berpengaruh di tiga
daerah, yaitu:
a. Daerah jerat likuiditas kebijakan moneter tidak efektif. Pergeseran kurva LM dari
LM1 ke LM2 tidak dapat meningkatkan tingkat bunga. Tingkat bunga tetap pada
tingkat R sedangkan tingkat pendapatan nasional riil juga tidak mengalami perubahan.b.Daerah tengah kebijakan moneter kurang efektif. Kebijakan moneter hanya
menggeser sedikit tingkat pendapatan nasional riil.
c. Daerah Klasik kebijakan moneter sangat efektif. Pergeseran kurva IS akan
mengakibatkan pendapatan nasional naik lebih besar, yaitu dari Y2 ke Ye.

Fungsi Kebijakan Moneter Terhadap Perekonomian Indonesia

  1. Menjaga kestabilan ekonomi yang artinya pertumbuhan arus barang seimbang dengan arus barang dan jasa yang tersedia.
  2. Menjaga kesetabilan harga, karena harga suatu barang merupakan hasil interaksi antar jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang berada di pasar.
  3. Meningkatkat kesempatan kerja, pada suatu perekonomian stabil pengusaha akan mengusahakan investasi terhadap jumlah barang dan jasa, maka akan terdapat investasi serta membuka lapangan kerja baru yang akan menambah kesejahteraan bagi masyarakat.
  4. Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat, yakni dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk dalam negeri atau sebaliknya
  5. Mengatasi pengangguran, yakni dengan cara Bank Sentral menurunkan suku bunga dan Kementrian Keuangan menambah pengeluaran pemerintah yang dapat diikuti pula dengan pengurangan pajak dengan langkah ini investasi, pengeluaran pemerintahan, dan pengeluaran rumah tangga akan naik.
  6. Mengatasi inflasi, tindakan yang perlu dilakukan Bank Sentral adalah dengan mengurangi penawaran uang dan menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter ini akan mengurangi investasi dan pengeluaran rumah tangga (konsumen). Seterusnya Kementrian Keuangan perlu pula mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak individu dan perusahaan. Langkah tersebut dapat mengurangi pengeluaran pemerintah dan mengurangi pengeluaran rumah tangga.

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Pendidikan

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah yang selama ini digunakan untuk mengatasi masalah perekonomian seperti pengangguran dan inflasi adalah kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan tersebut digunakan untuk meningkatkan perekonomian dalam suatu negara.

A. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal merupakan kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mempengaruhi sisi penerimaan maupun sisi pengeluaran pada APBN.
Kebijakan fiskal pemerintah dikemukakan oleh beberapa ahli seperti para ahli ekonomi klasik dan teori keynes. Kedua ahli tersebut mengemukakan arti penting suatu kebijakan fiskal pemerintah dan merupakan tujuan atas berlakunya kebijakan tersebut.
Keynes mengemukakan bahwa kebijakan fiskal berperan dalam menstabilakan tingkat kegiatan ekonomi dan menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang dikehendaki. Sedangkan para ahli ekonomi klasik mengemukakan bahwa kebijakan fiskal berperan dalam menekankan tentang perlunya menjalankan anggaran belanja seimbang dan menggunakan sistem pasar bebas dimana tidak ada campur tangan dari pemerintah.
Kebijakan fiskal secara umum adalah wujud tindakan pemerintah untuk menaikkan tingkat kegiatan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Langkah pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menambah pengeluaran, mengurangi pajak yang dipungut dari para penerima pendapatan dan perusahaan-perusahaan.
Kebijakan fiskal juga merupakan langkah-langkah pemerintah dalam perpajakan dan pengeluarannya untuk mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi. Pada analisis IS-LM kebijakan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja yang berhubungan dengan pendapatan.
Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

 

B. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Jenis – Jenis Kebijakan Moneter

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)

Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado merupakan bagian dari serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia ketika pihak Sekutu berusaha untuk mengambil alih kembali kekuasaan akan Indonesia terlepas dari telah dideklarasikannya kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa ini sendiri terjadi pada tanggal 14 Februari 1946 dan merupakan gerak militer dari pasukan KNIL kompi VII yang pada saat itu ada di bawah pimpinan Ch. Taulu, dimana mereka kemudian merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Indonesia dengan bantuan rakyat seperti Manado, Tomohon, dan Minahasa. Dari percobaan perebutan kekuasaan tersebut, ada sekitar 600 orang pasukan Belanda dan pejabat tinggi mereka yang berhasil ditawan. Pertempuran ini berakhir pada tanggal 16 Februari dimana mulai bertebaran sebuah selebaran berisi pernyataan perebutan kekuasaan di seluruh Manado oleh bangsa Indonesia.

Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa merah putih di Manado beserta beberapa peristiwa-peristiwa lainnya di Indonesia yang terjadi setelah deklarasi kemerdekaan tidak lepas dari kejadian bersejarah pada bulan Juli tahun 1944 dimana pada waktu itu Jepang mengalami kekalahan telak melawan pasukan Sekutu ketika mereka bertempur di atas lautan Pasifik. Kekalahan mereka ini membuat mereka mundur untuk memperkuat kubu pertahanan mereka di pulau Sulawesi dan di daerah Maluku Utara. Di bulan yang sama, Sam Ratulangi mengutus pemuda-pemuda untuk pergi ke Manado demi menyambut kemerdekaan yang akan dimiliki oleh Indonesia jika ternyata perang pasifik berakhir dengan hancurnya pasukan Jepang oleh pihak Sekutu. Utusan yang ia kirim ini beranggotakan Mantik Pakasi dan Freddy Lumanauw sebagai utusan tentara, dan Wim Pangalila, Buce Ompi, serta Olang Sondakh sebagai perwakilan pemuda. Mereka pergi menggunakan kereta ke Surabaya, dan melanjutkan perjalanan menggunakan Dai yu Maru menuju Manado.

Dua bulan setelah perngutusan pemuda oleh Sam Ratulangi menuju Manado, tiba-tiba muncul pesawat pembom B-29 yang merupakan properti perang udara milik Angkatan Udara Sekutu. Pesawat-pesawat yang berjumlah puluhan itu kemudian menghujani Manado dengan bom, dan meratakannya dengan tanah, mengubah setiap gedung yang terlihat menjadi tak lebih dari gundukan sampah, dan menewaskan banyak penduduk. Hal ini kemudian memicu kecurigaan Jepang bahwa ada mata-mata Sekutu yang berperan ganda sebagai tokoh nasionalis. Di bulan September 1944 ini juga kubu pertahanan Jepang di Sulawesi Utara dan Morotai berhasil ditaklukkan oleh Jenderal Mac Arthur sebelum ia bertolak ke Leyte, Filipina.

Selama pertengahan tahun April 1945 hingga awal Februari 1946

terjadi lagi banyak konflik atau hal-hal yang menuntun kepada terjadinya peristiwa merah putih di Manado. Pada bulan April hingga Agustus 1945 misalnya, dimana Pimpinan Kaigun menyiapkan kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan apa yang pernah ia janjikan dahulu kala. Pada masa itu, bendera merah-putih dikibarkan bersebelahan dengan bendera nasional Jepang, yaitu Hinomaru. Pada bulan September di bulan yang sama, NICA dan Belanda yang saat itu ada di bawah perlindungan pasukan Sekutu dengan senang hati masuk ke area Indonesia, dan terlepas dari seluruh usaha yang mereka lakukan, mereka tetap tidak berhasil menciptakan dampak apapun terhadap kehidupan bermasyarakat, berpolitik, maupun ekonomi.
Pada bulan terakhir tahun 1945, Manado mulai sedikit lega dengan perginya seluruh pasukan Sekutu dari tanah itu. Perginya Sekutu tidak berarti kedamaian, karena mereka pada akhirnya menyerahkan tugas yang tengah mereka jalani secara total kepada NICA-KNIL yang dipimpin oleh seorang Inggris. John Rahasia dan Wim Pangalila kemudian melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan sebuah revolusi atau pemberontakan yang akan dilakukan oleh pemuda-pemuda Manado. Di Bulan yang sama, NEFIS-Belanda mulai sedikit lebih pintar, dan mereka sudah bisa mulai mencurigai kedua orang yang akan melakukan pemberontakan ini.

Pada bulan Februari 1946

pasukan KNIL yang ada di Teiling masih dicurigai oleh pihak Belanda. Pihak Belanda juga mengeluarkan perintah strength arrest kepada para pemimpin mereka, yaitu Furir Taulu, Wuisan, Frans Lantu, Wim Tamburian, Wangko Sumanti, dan Yan Sambuaga karena mereka dinilai merupakan penghasut tentara Indonesia.. Pada tanggal 14 Februari, barulah peristiwa merah putih di Manado terjadi. Pada saat peristiwa itu dimulai, mereka berhasil memengaruhi pihak Belanda, dan membuat Kopral Mambi Runtukahu yang ditunjuk sebagai pemimpin ahli penyergapan pos yang ada di markas garnisun Manado. Setelah serangan yang tidak memiliki perlawanan ini selesai, ada beberapa nama kaum nasionalis yang kemudian ditangkap oleh NICA dan dituduh sebagai mata-mata Jepang. Keberhasilan kudeta yang dilakukan oleh Wuisan dan kawan-kawan tiba di telinga kapten KNIL pada masa itu, yang bernama J Kaseger yang akhirnya ikut berjuang membela Indonesia.
Bagian akhir peristiwa merah putih di Manado terjadi pada tanggal 15 dan 16 Ferbuari, hanya satu hingga dua hari setelah peristiwa ini dimulai. Pada tanggal 15 Ferbruari 1946, komandan KNIL pada waktu itu yang bernama De Vries tertangkap dan menjadi tawanan, hingga ia dihadapkan kepada Taulu dan Wuisan demi membuat kesepakatan akan perselisihan yang terjadi ini. De Vries, seperti layaknya pimpinan lain, bertanya apakah kudeta militer yang akan dilakukan oleh pihak Indonesia akan menjamin keselamatan pasukannya. Pada saat itu, sebenernya Taulu tahu bahwa mereka sedang terdesak dan akan kalah, tapi ia kemudian berkata bahwa mereka sedang berjuang bersama pemuda Indonesia, dan akan mempertahankan perjuangan itu. Setelah kejadian ini, seluruh daerah Minahasa kemudian mulai melihat prosesi pengibaran bendera Merah Putih .

Categories
Pendidikan

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India dimulai pada tahun 1630, dimana tempat ini dibangun atas perintah Munghal Shah Jahan yang pada saat itu adalah kaisar di India. Taj Mahal ia bangun sebagai sebuah musoleum untuk istrinya yang berasal dari Persia, yaitu Arjumand Banu Begum yang dikenal juga sebagai Mumtaz Mahal atau Mumtaz-ul-Zamani.

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal

Pada 5 Januari 1592, Shahabuddin Muhammad Khurram dilahirkan dan menjadi anak ketiga dari kaisar Jahangir. Ibu yang melahirkannya adalah seorang putri Rajput dari Marwar yang bernama Putri Manmati atau Bilquis Makani. Sebelum Khurram lahir, seorang peramal telah menduga bahwa Khurram memang ditakdirkan untuk sesuatu yang megah. Karena ramalan itu, kakeknya, kaisar Mughal ke-3 memintanya untuk tinggal bersama Ruqiya, istrinya, agar ia bisa memenuhi permintaan istrinya tersebut untuk membesarkan kekaisaran Mughal, dan baru pada umur 13 tahun Khurram bisa kembali ke keluarga aslinya. Ia dipilih menjadi penerus tahta pada tahun 1627 saat ayahnya meninggal dunia. Masa pemerintahan Khurram perlahan menjadi masa keemasan peradaban India, dan membuatnya disebut sebagai putra terbaik Mughal.

Sejarah Taj Mahal di India memasuki babak awalnya ketika pada saat Khurram berumur 20 tahun pada 1612, ia menikahi Arjumand Banu Begum yang berawal dari kencan yang diatur oleh ahli astrologi istana. Pernikahan tersebut berbeda dengan pernikahan-pernikahan Khurram yang lain, karena pada masa itu ia benar-benar setia padanya dan memiliki 14 anak. Meskipun ada cinta yang nyata di antara keduanya, Arjumand Banu Begum merupakan seorang wanita yang ahli membujuk suaminya, bahkan ia disebut-sebut pernah melarang Khurram memiliki anak dari istri-istrinya yang lain. Beberapa waktu berlalu dan Arjumand Banu Begum akhirnya menjadi permaisuri, dan namanya berubah menjadi Mumtaz Mahal.

Mumtaz Mahal wafat pada usia 40 tahun di Burhanpur saat melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Gauhara Begum, dan ia dikuburkan sementara di sebuah taman bernama Zainabad yang terletak di Sungai Tapti, Burhanpur. Kematian Mumtaz Mahal ini membuat anaknya, Putri Jahanara yang saat itu berumur 17 tahun menjadi sangat sedih dan membagi-bagikan permata kepada orang-orang yang kurang mampu, berharap adanya bantuan dari Tuhan. Bukan hanya Jahanara, hal yang sama juga menimpa Khurram yang saat itu sudah mengganti namanya menjadi Shah Jahan. Berita melaporkan bahwa Shah Jahan sama sekali tidak bisa ditenangkan dan tidak muncul selama satu minggu.

Sejarawan istana, Muhammad Amin Qazwini menyebutkan bahwa sebelum Mumtaz meninggal, tak ada lebih dari 12 uban pada jenggot sang Kaisar dan kini jenggotnya sudah berubah putih. Qazwini juga menuliskan bahwa sebentar lagi sang Kaisar akan membutuhkan kacamata karena penglihatannya yang mulai berkurang diakibatkan oleh tangisan tanpa henti selama berhari-hari. Karena hal ini juga, seorang anggota keluarga kerajaan menulis: “Jika ia terus mengabaikan dirinya karena kesedihan ini, Mumtaz mungkin akan berpikir untuk meninggalkan indahnya Surga dan kembali ke bumi. Jahan juga harus memikirkan anak-anak yang ditinggalkan padanya oleh Mumtaz.” Meninggalnya Mumtaz mengubah perilaku Shah Jahan, dan membuka babak kedua sejarah Taj Mahal di India saat Jahan memutuskan untuk membuat Taj Mahal sebagai makam bagi Mumtaz.

Struktur Taj Mahal

Taj Mahal memiliki desain tradisional arsitektur Persia dan Mughal. Meski begitu, yang menjadi inspirasi utama adalah bangunan-bangunan terkenal dari Timurid dan Mughal seperti Gur-e Amir yang menjadi makam Timur, salah satu keturunan dinasit Mughal di Samarkand, kemudian makam Humayun, serta makam Itmad-ud-Daulah yang terkadang disebut Baby Taj, dan Jama Masjid milik Shah Jahan di Delhi. Shah Jahan memperkenalkan penggunaan marmer putih dan batu berharga, tidak seperti bangunan-bangunan Mughal terdahulu yang menggunakan bata merah.
Yang menjadi fokus utama dari keseluruhan komplek Taj Mahal adalah makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi Mumtaz Mahal. Layaknya makam-makam Mughal yang lainnya, struktur ini tetap menjaga elemen-elemen bangunan Persia. Struktur awalnya adalah sebuah kubus yang memiliki beberapa lorong besar yang membentuk oktagonal asimetris dengan panjang sekitar 55 meter pada 4 sisinya. Di setiap sisi tadi ada sebuah pishtaq yang adalah sebuah vaulted archway, membungkis iwan (pintu yang melengkung) dengan dua buah balkon bengkok di kedua sisinya. Motif pishtaq bertumpuk ini direplikasi pada sisi lainnya, membuat bangunan ini terlihat simetris dari semua sisi.

Ancaman Pada Taj Mahal

Pada tahun 1942, karena takut Jepang akan menyerang dan mengakhiri sejarah Taj Mahal di India, pemerintahan pada masa itu membangun scaffolding untuk melindungi Taj Mahal. Scaffolding yang sama kembali didirikan untuk mengelabui pilot musuh pada tahun 1965 dan 1971 saat terjadi perang antara Pakistan dan India. Bahaya terberat muncul dari polusi lingkungan di sungai Yamuna, yang termasik di dalamnya adalah hujan asam. Polusi ini mengubah Taj Mahal menjadi berwarna kuning. Untuk mengontrol polusi ini, pemerintah India membuat Zona Trapesium Taj (TTZ), yaitu area dengan luas 10.400 kilometer kubik di area sekitar monumen. Zona tersebut memberlakukan sebuah standar emisi yang ketat.

Ada lagi kekhawatiran akan integritas struktur dari area makam yang dikarenakan berkurangnya level tanah di sungai Yamuna yang terus terkikis sekitar 5 kaki setiap tahunnya. Pada tahun 2010, retakan mulai muncul di beberapa bagian makam, dan minaret yang mengitari monumen mulai terlihat miring. Miringnya monumen-monumen diperkirakan karena membusuknya pondasi kayu dari makam yang disebabkan oleh kurangnya air. Menurut perkiraan, jika kondisi makam tetap seperti ini maka dalam 5 tahun makam ini bisa runtuh dan benar-benar mengakhiri sejarah Taj Mahal di India.