Categories
Pendidikan

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado merupakan bagian dari serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia ketika pihak Sekutu berusaha untuk mengambil alih kembali kekuasaan akan Indonesia terlepas dari telah dideklarasikannya kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Peristiwa ini sendiri terjadi pada tanggal 14 Februari 1946 dan merupakan gerak militer dari pasukan KNIL kompi VII yang pada saat itu ada di bawah pimpinan Ch. Taulu, dimana mereka kemudian merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Indonesia dengan bantuan rakyat seperti Manado, Tomohon, dan Minahasa. Dari percobaan perebutan kekuasaan tersebut, ada sekitar 600 orang pasukan Belanda dan pejabat tinggi mereka yang berhasil ditawan. Pertempuran ini berakhir pada tanggal 16 Februari dimana mulai bertebaran sebuah selebaran berisi pernyataan perebutan kekuasaan di seluruh Manado oleh bangsa Indonesia.

Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa merah putih di Manado beserta beberapa peristiwa-peristiwa lainnya di Indonesia yang terjadi setelah deklarasi kemerdekaan tidak lepas dari kejadian bersejarah pada bulan Juli tahun 1944 dimana pada waktu itu Jepang mengalami kekalahan telak melawan pasukan Sekutu ketika mereka bertempur di atas lautan Pasifik. Kekalahan mereka ini membuat mereka mundur untuk memperkuat kubu pertahanan mereka di pulau Sulawesi dan di daerah Maluku Utara. Di bulan yang sama, Sam Ratulangi mengutus pemuda-pemuda untuk pergi ke Manado demi menyambut kemerdekaan yang akan dimiliki oleh Indonesia jika ternyata perang pasifik berakhir dengan hancurnya pasukan Jepang oleh pihak Sekutu. Utusan yang ia kirim ini beranggotakan Mantik Pakasi dan Freddy Lumanauw sebagai utusan tentara, dan Wim Pangalila, Buce Ompi, serta Olang Sondakh sebagai perwakilan pemuda. Mereka pergi menggunakan kereta ke Surabaya, dan melanjutkan perjalanan menggunakan Dai yu Maru menuju Manado.

Dua bulan setelah perngutusan pemuda oleh Sam Ratulangi menuju Manado, tiba-tiba muncul pesawat pembom B-29 yang merupakan properti perang udara milik Angkatan Udara Sekutu. Pesawat-pesawat yang berjumlah puluhan itu kemudian menghujani Manado dengan bom, dan meratakannya dengan tanah, mengubah setiap gedung yang terlihat menjadi tak lebih dari gundukan sampah, dan menewaskan banyak penduduk. Hal ini kemudian memicu kecurigaan Jepang bahwa ada mata-mata Sekutu yang berperan ganda sebagai tokoh nasionalis. Di bulan September 1944 ini juga kubu pertahanan Jepang di Sulawesi Utara dan Morotai berhasil ditaklukkan oleh Jenderal Mac Arthur sebelum ia bertolak ke Leyte, Filipina.

Selama pertengahan tahun April 1945 hingga awal Februari 1946

terjadi lagi banyak konflik atau hal-hal yang menuntun kepada terjadinya peristiwa merah putih di Manado. Pada bulan April hingga Agustus 1945 misalnya, dimana Pimpinan Kaigun menyiapkan kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan apa yang pernah ia janjikan dahulu kala. Pada masa itu, bendera merah-putih dikibarkan bersebelahan dengan bendera nasional Jepang, yaitu Hinomaru. Pada bulan September di bulan yang sama, NICA dan Belanda yang saat itu ada di bawah perlindungan pasukan Sekutu dengan senang hati masuk ke area Indonesia, dan terlepas dari seluruh usaha yang mereka lakukan, mereka tetap tidak berhasil menciptakan dampak apapun terhadap kehidupan bermasyarakat, berpolitik, maupun ekonomi.
Pada bulan terakhir tahun 1945, Manado mulai sedikit lega dengan perginya seluruh pasukan Sekutu dari tanah itu. Perginya Sekutu tidak berarti kedamaian, karena mereka pada akhirnya menyerahkan tugas yang tengah mereka jalani secara total kepada NICA-KNIL yang dipimpin oleh seorang Inggris. John Rahasia dan Wim Pangalila kemudian melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan sebuah revolusi atau pemberontakan yang akan dilakukan oleh pemuda-pemuda Manado. Di Bulan yang sama, NEFIS-Belanda mulai sedikit lebih pintar, dan mereka sudah bisa mulai mencurigai kedua orang yang akan melakukan pemberontakan ini.

Pada bulan Februari 1946

pasukan KNIL yang ada di Teiling masih dicurigai oleh pihak Belanda. Pihak Belanda juga mengeluarkan perintah strength arrest kepada para pemimpin mereka, yaitu Furir Taulu, Wuisan, Frans Lantu, Wim Tamburian, Wangko Sumanti, dan Yan Sambuaga karena mereka dinilai merupakan penghasut tentara Indonesia.. Pada tanggal 14 Februari, barulah peristiwa merah putih di Manado terjadi. Pada saat peristiwa itu dimulai, mereka berhasil memengaruhi pihak Belanda, dan membuat Kopral Mambi Runtukahu yang ditunjuk sebagai pemimpin ahli penyergapan pos yang ada di markas garnisun Manado. Setelah serangan yang tidak memiliki perlawanan ini selesai, ada beberapa nama kaum nasionalis yang kemudian ditangkap oleh NICA dan dituduh sebagai mata-mata Jepang. Keberhasilan kudeta yang dilakukan oleh Wuisan dan kawan-kawan tiba di telinga kapten KNIL pada masa itu, yang bernama J Kaseger yang akhirnya ikut berjuang membela Indonesia.
Bagian akhir peristiwa merah putih di Manado terjadi pada tanggal 15 dan 16 Ferbuari, hanya satu hingga dua hari setelah peristiwa ini dimulai. Pada tanggal 15 Ferbruari 1946, komandan KNIL pada waktu itu yang bernama De Vries tertangkap dan menjadi tawanan, hingga ia dihadapkan kepada Taulu dan Wuisan demi membuat kesepakatan akan perselisihan yang terjadi ini. De Vries, seperti layaknya pimpinan lain, bertanya apakah kudeta militer yang akan dilakukan oleh pihak Indonesia akan menjamin keselamatan pasukannya. Pada saat itu, sebenernya Taulu tahu bahwa mereka sedang terdesak dan akan kalah, tapi ia kemudian berkata bahwa mereka sedang berjuang bersama pemuda Indonesia, dan akan mempertahankan perjuangan itu. Setelah kejadian ini, seluruh daerah Minahasa kemudian mulai melihat prosesi pengibaran bendera Merah Putih .

Categories
Pendidikan

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal di India dimulai pada tahun 1630, dimana tempat ini dibangun atas perintah Munghal Shah Jahan yang pada saat itu adalah kaisar di India. Taj Mahal ia bangun sebagai sebuah musoleum untuk istrinya yang berasal dari Persia, yaitu Arjumand Banu Begum yang dikenal juga sebagai Mumtaz Mahal atau Mumtaz-ul-Zamani.

Sejarah Dibangunnya Taj Mahal

Pada 5 Januari 1592, Shahabuddin Muhammad Khurram dilahirkan dan menjadi anak ketiga dari kaisar Jahangir. Ibu yang melahirkannya adalah seorang putri Rajput dari Marwar yang bernama Putri Manmati atau Bilquis Makani. Sebelum Khurram lahir, seorang peramal telah menduga bahwa Khurram memang ditakdirkan untuk sesuatu yang megah. Karena ramalan itu, kakeknya, kaisar Mughal ke-3 memintanya untuk tinggal bersama Ruqiya, istrinya, agar ia bisa memenuhi permintaan istrinya tersebut untuk membesarkan kekaisaran Mughal, dan baru pada umur 13 tahun Khurram bisa kembali ke keluarga aslinya. Ia dipilih menjadi penerus tahta pada tahun 1627 saat ayahnya meninggal dunia. Masa pemerintahan Khurram perlahan menjadi masa keemasan peradaban India, dan membuatnya disebut sebagai putra terbaik Mughal.

Sejarah Taj Mahal di India memasuki babak awalnya ketika pada saat Khurram berumur 20 tahun pada 1612, ia menikahi Arjumand Banu Begum yang berawal dari kencan yang diatur oleh ahli astrologi istana. Pernikahan tersebut berbeda dengan pernikahan-pernikahan Khurram yang lain, karena pada masa itu ia benar-benar setia padanya dan memiliki 14 anak. Meskipun ada cinta yang nyata di antara keduanya, Arjumand Banu Begum merupakan seorang wanita yang ahli membujuk suaminya, bahkan ia disebut-sebut pernah melarang Khurram memiliki anak dari istri-istrinya yang lain. Beberapa waktu berlalu dan Arjumand Banu Begum akhirnya menjadi permaisuri, dan namanya berubah menjadi Mumtaz Mahal.

Mumtaz Mahal wafat pada usia 40 tahun di Burhanpur saat melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Gauhara Begum, dan ia dikuburkan sementara di sebuah taman bernama Zainabad yang terletak di Sungai Tapti, Burhanpur. Kematian Mumtaz Mahal ini membuat anaknya, Putri Jahanara yang saat itu berumur 17 tahun menjadi sangat sedih dan membagi-bagikan permata kepada orang-orang yang kurang mampu, berharap adanya bantuan dari Tuhan. Bukan hanya Jahanara, hal yang sama juga menimpa Khurram yang saat itu sudah mengganti namanya menjadi Shah Jahan. Berita melaporkan bahwa Shah Jahan sama sekali tidak bisa ditenangkan dan tidak muncul selama satu minggu.

Sejarawan istana, Muhammad Amin Qazwini menyebutkan bahwa sebelum Mumtaz meninggal, tak ada lebih dari 12 uban pada jenggot sang Kaisar dan kini jenggotnya sudah berubah putih. Qazwini juga menuliskan bahwa sebentar lagi sang Kaisar akan membutuhkan kacamata karena penglihatannya yang mulai berkurang diakibatkan oleh tangisan tanpa henti selama berhari-hari. Karena hal ini juga, seorang anggota keluarga kerajaan menulis: “Jika ia terus mengabaikan dirinya karena kesedihan ini, Mumtaz mungkin akan berpikir untuk meninggalkan indahnya Surga dan kembali ke bumi. Jahan juga harus memikirkan anak-anak yang ditinggalkan padanya oleh Mumtaz.” Meninggalnya Mumtaz mengubah perilaku Shah Jahan, dan membuka babak kedua sejarah Taj Mahal di India saat Jahan memutuskan untuk membuat Taj Mahal sebagai makam bagi Mumtaz.

Struktur Taj Mahal

Taj Mahal memiliki desain tradisional arsitektur Persia dan Mughal. Meski begitu, yang menjadi inspirasi utama adalah bangunan-bangunan terkenal dari Timurid dan Mughal seperti Gur-e Amir yang menjadi makam Timur, salah satu keturunan dinasit Mughal di Samarkand, kemudian makam Humayun, serta makam Itmad-ud-Daulah yang terkadang disebut Baby Taj, dan Jama Masjid milik Shah Jahan di Delhi. Shah Jahan memperkenalkan penggunaan marmer putih dan batu berharga, tidak seperti bangunan-bangunan Mughal terdahulu yang menggunakan bata merah.
Yang menjadi fokus utama dari keseluruhan komplek Taj Mahal adalah makam yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi Mumtaz Mahal. Layaknya makam-makam Mughal yang lainnya, struktur ini tetap menjaga elemen-elemen bangunan Persia. Struktur awalnya adalah sebuah kubus yang memiliki beberapa lorong besar yang membentuk oktagonal asimetris dengan panjang sekitar 55 meter pada 4 sisinya. Di setiap sisi tadi ada sebuah pishtaq yang adalah sebuah vaulted archway, membungkis iwan (pintu yang melengkung) dengan dua buah balkon bengkok di kedua sisinya. Motif pishtaq bertumpuk ini direplikasi pada sisi lainnya, membuat bangunan ini terlihat simetris dari semua sisi.

Ancaman Pada Taj Mahal

Pada tahun 1942, karena takut Jepang akan menyerang dan mengakhiri sejarah Taj Mahal di India, pemerintahan pada masa itu membangun scaffolding untuk melindungi Taj Mahal. Scaffolding yang sama kembali didirikan untuk mengelabui pilot musuh pada tahun 1965 dan 1971 saat terjadi perang antara Pakistan dan India. Bahaya terberat muncul dari polusi lingkungan di sungai Yamuna, yang termasik di dalamnya adalah hujan asam. Polusi ini mengubah Taj Mahal menjadi berwarna kuning. Untuk mengontrol polusi ini, pemerintah India membuat Zona Trapesium Taj (TTZ), yaitu area dengan luas 10.400 kilometer kubik di area sekitar monumen. Zona tersebut memberlakukan sebuah standar emisi yang ketat.

Ada lagi kekhawatiran akan integritas struktur dari area makam yang dikarenakan berkurangnya level tanah di sungai Yamuna yang terus terkikis sekitar 5 kaki setiap tahunnya. Pada tahun 2010, retakan mulai muncul di beberapa bagian makam, dan minaret yang mengitari monumen mulai terlihat miring. Miringnya monumen-monumen diperkirakan karena membusuknya pondasi kayu dari makam yang disebabkan oleh kurangnya air. Menurut perkiraan, jika kondisi makam tetap seperti ini maka dalam 5 tahun makam ini bisa runtuh dan benar-benar mengakhiri sejarah Taj Mahal di India.

Categories
Pendidikan

Sejarah Terjadinya Konflik Israel-Palestina di Jalur Gaza

Sejarah Terjadinya Konflik Israel-Palestina di Jalur Gaza

Sejarah Terjadinya Konflik Israel-Palestina di Jalur Gaza

Sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina di Gaza dimulai sejak bulan Juni tahun 2006. Aksi dari milisi Palestina mulai memuncak di Gaza ketika terjadi pengangkatan Hamas menjadi bagian pemerintahan pada tahun 2005 dan 2006. Konflik ini semakin meluas ketika pihak otoritas Palestina terpecah menjadi pemerintahan Fatah di barat, dan Hamas di Gaza. Unsur lain yang memperkeruh situasi adalah serangan roket Palestina ke Israel dan blokade Israel terhadap Gaza.

Sejarah Konflik Israel-Palestina

Sebelum tertulisnya sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina di Gaza pada tahun 2006, pada tahun 2004 terjadi konflik antara milisi Palestina dengan Israel Defense Force (IDF). Pada konflik ini, serangan roket Qassam pada Israel mendorong IDF untuk membalas dengan serangan udara dan darat. Operasi yang dijalankan IDF pada masa ini adalah Operation Rainbow (OR) dan Operation Days of Penitence (ODP).

Operasi pertama yang disebut OR

merupakan operasi militer dari tanggal 18 hingga 23 Mei 2004 di Rafah untuk membersihkan infrastruktur teroris dan menemukan terowongan penyelundupan yang menyambungkan Gaza dan Mesir, juga untuk membunuh para milisi yang sebelumnya menewaskan 13 tentara Israel dalam serangan gerilya. Sementara itu, ODP merupakan operasi yang dilaksanakan di Gaza utara pada tanggal 30 September hingga 15 Oktober 2004, berfokus pada kamp pengungsi Beit Hanoun, Beit Lahia, dan Jabalia yang digunakan sebagai tempat peluncurun roket Qassam, dan sebagai respon akan tewasnya dua anak di Sderot. Pada ODP, menewaskan sekitar 104 hingga 133 orang Palestina dan 5 orang Israel.

Sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina di Gaza berlanjut hingga pada tahun 2006 Israel melancarkan operasi militer bernama Operation Summer Rains di Gaza yang dimulai pada 28 Juni 2006, sebagai balasan akan penculikan Kopral Gilad Shalit oleh milisi Palestina. Operasi ini merupakan mobilisasi besar pertama menuju Gaza setelah diimplementasikannya perjanjian unilateral pelepasan Israel dari Gaza pada sekitar Agustus dan September pada tahun 2005.

Israel terus mempertahankan ribuan pasukannya di Gaza dalam rangka menekan jumlah pelepasan roket Qassam ke area dengan populasi sipil yang besar dan menjaga pelepasan Gilad Shalit. Selama September 2005 hingga Juni 2006, diperkiran ada 7000 hingga 9000 artileri Israel yang ditembakkan ke Gaza, menewaskan 80 orang Palestina selama 6 bulan. Di sisi Palestina sendiri, 1300 roket Qassam dilepaskan menuju Israel sejak September 2000 hingga 21 Desember 2006.

Israel berjanji akan mundur dari Gaza dan mengakhiri seluruh operasi mereka setelah Shalit dilepaskan, dan tentara Palestina berkata bahwa mereka akan melepaskan Shalit jika dan hanya jika beberapa tentara mereka yang ditahan di penjara dilepaskan oleh pihak Israel. Pihak Palestina juga menjelaskan bahwa serangan yang mereka lakukan selama ini bertujuan untuk menjatuhkan pemerintahan yang dipimpin Hamas juga untuk membuat otoritas nasional Palestina menjadi rusuh. Pada Juli 2006, mulai muncul laporan-laporan tentang luka misterius setelah serangan Israel. Sebelumnya, banyak terjadi luka yang tak terlihat tapi berhasil menghancurkan organ-organ dalam, hingga luka bakar yang cukup parah. Hal ini menimbulkan spekulasi adanya senjata baru yang sedang dalam tahap eksperimen, yaitu Dense Inert Metal Explosives (DIMEs).

Pada tahun 2007

cerita tentang sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina di Gaza belum menunjukkan adanya tanda-tanda perdamaian karena sekitar pertengahan Mei di tahun tersebut, pihak Palestina menembakkan 220 roket Qassam ke Israel dalam tenggang waktu satu minggu, dan pasukan udara Israel membalas dengan menembakkan misil serta membombardir lokasi peluncuran roket. Pada masa ini, Hamas mengatakan bahwa mereka akan terus melawan serangan-serangan yang dilancarkan oleh pihak Israel. Pada bulan September, Israel menyatakan Gaza sebagai daerah berbahaya menyusul serangan roket Qassam, dan deklarasi ini membuat Israel mampu melarang transfer listrik, bensin, dan suplai lainnya menuju Gaza. Blokade ini secara resmi bertujuan untuk menekan Hamas agar mereka mau mengakhiri serangan roket dan menghabisi suplai yang mereka butuhkan umntuk serangan roket yang berkelanjutan. Keputusan ini dinilai sebagai collective punishment bagi warga Palestina.

Pada tahun 2008

bukannya berakhir, serangan roket Qassam ke arah Israel semakin menjadi-jadi dan memaksa Israel untuk menutup total perbatasan. Pada tanggal 23 Januari, mulai terjadi penerobosan perbatasan Gaza-Mesir yang dimulai setelah pasukan bersenjata di Gaza meledakkan sebuah bom di perbatasan Rafah, menghancurkan sebagian dari blokade Israel. Karena kejadian ini, PBB mengestimasi ada sekitar 1,5 juta warga Gaza yang melewati perbatasan menuju Mesir untuk mencari suplai dan makanan.

Pada tanggal 27 Februari 2008

militan Palestina menembakkan lebih dari 40 roket Qassam ke arah Israel selatan yang dibalas dengan tembakan tiga misil ke arah Palestinian Interior Ministry dan menghancurkan gedung tersebut. Esoknya, pesawat Israel melakukan bombardir terhadap sebuah kantor polisi di Gaza dan membunuh beberapa anak kecil. Pada 29 Februari, Israel mulai memobilisasi operasi darat dan udaranya. Serangan ini menghabisi 100 jiwa dari pihak Palestina selama kurang dari satu minggu, sementara pihak Palestina melemparkan 150 roket yang hanya menewaskan 3 orang Israel.

19 Juni 2008 menandakan bagian baru dalam sejarah terjadinya konflik Israel-Palestina di Gaza, yaitu dimualinya efek perjanjian gencatan senjata selama 6 bulan yang dibantu oleh Mesir. Yang harus dilakukan Hamas adalah menghentikan serangan ke Israel, yang dipenuhi setelah pada awal-awal minggu pertama mereka melemparkan 19 roket dan 18 mortar. Gencatan senjata ini kemudian dilanggar oleh Israel pada 4 November dengan serangan ke daerah Gaza. Setelah gencatan senjata berakhir pada 19 Desember, Hamas kembali meluncurkan 50 hingga 70 roket dan mortar selama tiga hari. Hingga saat ini, konflik ini belum dapat menemukan titik terang.

Categories
Pendidikan

Sejarah Sepak Bola

Sejarah Sepak Bola

Asal Usul Sejarah Olahraga Sepak Bola

Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling dikenal di seluruh dunia. Munculnya olahraga sepak bola dipercaya bermula dari tahun 388 sebelum masehi di Yunani Kuno dan terus berkembang hingga kini. Permainan ini juga dikenal dengan sebutan “permainan dunia,” sebuah sebutan yang masuk akal meningat banyaknya jumlah mata yang tidak lepas dari layar kaca jika pertandingan sepak bola ditayangkan.

Sejarah Awal Sepak Bola

Ada beberapa sumber berbeda tentang nama yang menjadi pelopor olahraga ini, karena ada catatan bahwa Cicero pernah mengatakan tentang kasus seseorang yang tewas karena bola yang ditendang saat ia sedang bercukur di sebuah salon. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa masyarakat Roma pada masa itu sudah memiliki bola yang diisi dengan udara bernama follis. Permainan yang disebut Episkyros ini juga pernah disebut oleh seorang teologis kristen, Clement of Alexandria.

Sumber yang lain menyatakan bahwa yang menjadi awal mula adanya olahraga sepak bola adalah permainan dari Tiongkok yang bernama Cuju, dan Cuju memiliki bukti saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan. Bukti ini tertulis pada sebuah manual militer pasukan Tiongkok yang disatukan oleh Zhan Guo Ce pada 3 hingga 1 sebelum masehi. Permainan ini melibatkan sebuah bola kulit yang harus ditendang hingga masuk ke dalam sebuah lubang kecil yang digantung 3 meter di atas tanah. Permainan ini kemudian menyebar ke Korea dengan nama Chuk-guk dan ke Jepang dengan nama Kemari.
Sepanjang sejarah manusia, ditemukan beberapa referensi tentang permainan bola dari masa lalu, seperti misalnya pada tahun 1586 dimana seorang awak kapal bernama John Davis bermain sebuah permainan yang mirip sepak bola bersama orang-orang Inuit di Greenland. Pada tahun 1610, William Strachey yang merupakan seorang kolonis di Jamestown Virginia mencatat adanya permainan yang disebut Pahsaheman oleh suku Amerika asli. Di Australia juga terdapat permainan dimana orang-orang harus menendang bola dan menangkapnya yang disebut Marn Grook. Selandia Baru juga memiliki permainan yang disebut Ki-o-rahi yang terdiri dari 7 pemain tiap timnya dan dimainkan pada sebuah lapangan bundar yang dibagi-bagi daerahnya.
Baru pada abad pertengahan olahraga sepak bola mulai menempuh babak baru dimana mulai bertambahnya popularitas pertandingan Shrovetide Football di Eropa terutama Inggris. Bentuk olahraga sepak bola di Inggris ini juga biasa disebut mob football, yang dimainkan antara kota atau desa yang bertetangga dengan jumlah orang yang tak berbatas. Pada abad ke-15, permainan yang diberi nama football muncul di Skotlandia dan dilarang pada tahun 1424 hingga 1906. Ada juga bukti anak-anak muda yang bermain sepak bola pada tahun 1633 di Aberdeen. Larangan bermain sepak bola ini juga dikeluarkan pada tahun 1409 oleh Raja Henry ke-4 di Inggris.
Pada akhir abad ke-15, ada sebuah catatan Latin tentang sepak bola dimainkan di Cawston, Nottinghamshire. Catatan ini adalah deskripsi pertama tentang “permainan tendang-menendang” dan pertama kalinya muncul kata dribbling yang bisa diartikan menggulingkan bola tidak menggunakan tangan, namun kaki.” Pada tahun 1486 juga direferensikan oleh Juliana Berners dalam Book of St Albans dan pada tahun 1580 oleh Philip Sidney tentang gadis-gadis yang bermain sepak bola. Catatan tentang “gol” baru ada pada abad ke-16 dan awal abad ke-17 tepatnya pada tahun 1584 dan 1602 oleh John Norder dan Richard Carew.

Permainan Sepak Bola Modern

Pertama kali tercatatnya permainan yang mirip sepak bola dimainkan di sekolah-sekolah di Inggris datang dari Vulgaria yang ditulis oleh William Herman pada 1519. Herman adalah kepala sekolah Eton dan Winchester College. Richard Mulcaster yang pada saat itu adalah murid di Eton dituliskan sebagai pemain sepak bola terbaik di abad ke-16. Kontribusi besarnya yang tercatat adalah penciptaan tim sepak bola, posisi, wasit, dan pelatih. Sepak bola ala Mulcaster ini mengubah sejarah olahraga sepak bola yang kasar dan tak beraturan.

Sekitar tahun 1660, Francis Willughby menuliskan Book of Games yang di dalamnya terdapat deskripsi tentang sepak bola yang sangat mendetil. Willughby yang lulus dari Grammar School milik Bishop Vessey di Sutton Coldfield adalah yang pertama menuliskan tentang gawang dan sebuah diagram yang menggambarkan lapangan sepak bola. Dia juga menuliskan tentang taktik, skor, cara bagaimana pemilihan anggota tim, hingga salah satu aturan sepak bola yang digunakan hingga sekarang dimana pemain tidak boleh menendang pemain lain. Aturan lain tepatnya offside dibentuk pada abad ke-18 dimana pemain dianggap keluar dari sisi mereka jika hanya berdiri di antara bola dan gawang. Peraturan offside ini mulai menjadi berbeda-beda di setiap sekolah seperti tercatat dalam aturan sepak bola di Winchester, Rugby, Harrow, dan Cheltenham sekitar 1810 hingga 1850.

Baru pada awal abad ke-20 tepatnya pada tanggal 21 Mei 1904, sebuah federasi sepak bola dibentuk menyusul semakin berkembangnya popularitas sepak bola. Federasi yang nantinya disebut FIFA ini dibentuk di Rue Saint Honore 229, Paris, dan anggota awalnya adalah Belgia, Denmark, Prancis, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss. Di hari yang sama, asosiasi Jerman juga memberitahukan keinginan mereka bergabung melalui telegram. Presiden pertama FIFA adalah Robert Guerin yang kemudian digantikan oleh Daniel Burley Woolfall dari Inggris pada tahun 1906 yang sudah menjadi anggota FIFA pada tahun tersebut. Pertandingan sepak bola dalam kompetisi-kompetisi yang sering kita saksikan di layar kaca memulai babak perpanjangan waktunya dengan dibentuknya FIFA yang juga bertujuan untuk mengatur segala yang berhubungan dengan dunia sepak bola.